Sabtu, 07 November 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
Perilaku Konsumen
DEFINISI
PERILAKU KONSUMEN
Perilaku
konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari,
membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan
dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah
pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian
informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan
melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen
melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya
membuang produk setelah digunakan.Atau
kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan
menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan
pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Konsumen
dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang
berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator,
influencer, buyer, payer atau user.
Dalam
upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam
kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut
geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.
Perilaku
konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan
seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat
membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran
perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan
melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing.
Peran
yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator, adalah individu yang mempunyai
inisiatif pembelian barang tertentu; (2) Influencer, adalah individu yang
berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang
diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; (3) Decider,
adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli,
bagaimana membelinya; (4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi
pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau
jasa yang dibeli.
Banyak
faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk.
Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya
dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi,
psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan
mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada
penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan
dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi
yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.
Adapun
beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
(1)
Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha
memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya
terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah
dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal
utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang
lain;
(2)
Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis
individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis
ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental
tidak dapat diamati secara langsung;
(3)
Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu
kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan,
kelas-kelas sosial dan sebagainya.
Pengertian
Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan,
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1997).
Pengertian
pemasaran menurut Kotler (2000: 8), pemasaran adalah proses sosial dan
manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan
dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan
pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu
dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka
butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan, dan pertukaran.
Definisi
pemasaran tersebut berdasarkan pada prinsip inti yang meliputi: kebutuhan
(needs), produk (goods, services and idea), permintaan (demands), nilai, biaya,
kepuasan, pertukaran, transaksi, hubungan, dan jaringan, pasar, pemasar, serta
prospek.
Perilaku
Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat
Rasional dan Irrasional.
Berikut
ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1.
Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2.
Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3.
Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4.
Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Beberapa
ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1.
Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun
elektronik
2.
Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3.
Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau
prestise
MANFAAT
MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN
Dalam
pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang
semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan
konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang
perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.
Pemahaman
terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan
strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen
dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan
variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi
promosi, khususnya iklan secara tepat.
https://taniosutrisno.wordpress.com/2014/09/25/perilaku-konsumen-teori-ciri-ciri-dan-manfaat-perilaku-konsumen/
Selasa, 06 Oktober 2015
Perilaku Konsumen
PERBANDINGAN
ANTARA PASAR MONOPOLISTIK DAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
PASAR
Pasar adalah salah satu dari berbagai
sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha
menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang
memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat
penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin
melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki
pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak.
Pasar
Persaingan Monopolistik
Pasar Persaingan Monopolistik adalah
salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang
serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar
monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki
karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya
adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama
yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen
yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna,
kemasan, dan lain-lain.
·
Ciri-ciri Pasar Monopolistik
1.Terdapat banyak penjual
di pasar.
2. Barang yang diproduksi
dan diperjualbelikan berbeda corak (ukuran, mutu, dan satuan harga)
3. Perusahaan tidak
memiliki kekuatan penuh untuk mempengaruhi harga dan menentukan harga
4. Keluar masuk dalam pasar sangat mudah
5. Kegiatan promosi merupakan salah satu penentu
keberhasilan perusahaan.
·
·Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pasar Monopolistik
adalah sebagai berikut :
1) Ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan
sempurna maupun monopoli.
2) Sumber daya alam yang
melimpah menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki
keunggulan yang berbeda.
3) Differensiasi produk
yang tidak terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non
harga
Pasar
Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna (Perfect Competition) adalah suatu
industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual maupun
pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Pasar persaingan sempurna
merupakan struktur pasar yang paling
ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan
menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi
(optimal) efisiensinya.
·
Ciri-ciri pasar
persaingan sempurna
Bentuk pasar
persaingan sempurna memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jumlah penjual dan
pembeli sangat banyak
2. Barang atau produk
yang diperjual belikan bersifat homogen, atau sejenis, serupa dan mirip antara
satu sama lain.
3. Penjual bersifat
pengambil harga (price taker)
4. Harga barang/produk
yang dijual ditentukan oleh mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran
(demand and supply).
5. Posisi tawar dari
pembeli kuat
6. Susah untuk
mendapatkan keuntungan yang besar (di atas rata-rata)
7. Sensitif terhadap
perubahan harga barang/produk yang dijual
8. Mudah untuk keluar
masuk dari pasar
Kesimpulan :
Perbedaan pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan
monopolistik salah
satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang
serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek contoh : shampoo, pasta
gigi sedangkan pasar persaingan sempurna suatu
industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual maupun
pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Jumat, 25 September 2015
Perilaku Konsumen
Pasar Persaingan Monopolistik
1.1 Latar Belakang
Manusia hidup
tidak lepas dari berbagai hal yang disebut kebutuan sehari-hari. Mulai dari
kebutuhan primer (kebutuhan yang paling utama atau kebutuhan tingkat satu
seperti pangan, sandang dan papan), kebutuhan sekunder (kebutuhan tingkat dua
setelah kebutuhan primer seperti peralatan mandi, obat-obatan dan alat tulis),
sampai kebutuhan tersier (kebutuhan tingkat tiga setelah kebutuhan primer dan
sekunder seperti kendaraan, radio, dan alat rias wajah). Untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia dapat mengandalkan hasil alam kemudian
mengolahnya menjadi barang yang memiliki daya guna lebih. Selain memanfaatkan
hasil alam, manusia juga menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penunjangnya.
Pasar di Indonesia
didukung oleh sumber daya alam yang melimpah
yang memungkinkan untuk seseorang memproduksi barang dengan jumlah yang
banyak sehingga dengan mudah setiap produsen mendapat bahan untuk berproduksi.
Ketika banyak produsen memproduksi barang yang sama, walaupun dengan kemasan,
merk dan kualiatas yang berbeda. Maka disnilah terjadi pasar persaingan
monopolistik. Dalam makalah ini, penulis makalah akan membahas lebih rinci
mengenai pasar monopolistik.
2.1
Teori Pasar
·
Definisi Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya penjual
dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang ataupun jasa. Manusia
dalam memenuhi kebutuhannya pasti membutuhkan pasar, karena seperti yang kita
ketahui, di pasar lah barang kebutuhan
manusia tersedia. Beberapa ahli menguraikan definisi pasar, berikut beberapa
diantaranya :
1).
Menurut Stanton, pasar adalah tempat bagi sekelompok manusia yang
berkeinginan untuk membelanjakan uang yang dimilikinya sebagai bentuk kepuasan.
2). Menurut H. Nystrom, pasar adalah
suatu aktivitas yang salah satu pihaknya menyalurkan atau memberikan barang
atau jasa kepihak lain. Pihak yang memberikan barang atau jasa disebut pihak
pembeli sedangkan yang menyalurkan disebut pihak produsen.
3). Menurut Philip dan Duncan, pasar
adalah suatu langkah yang dipakai atau digunakan untuk menempatkan barang dari
tangan produsen ke tangan konsumen yang bersifat tangible.
·
Jenis-Jenis Pasar Persaingan Tidak
Sempurna :
1). Pasar Monopoli : pasar yang penjual
suatu barang di pasar hanya satu orang. Contohnya PT Kereta Api Indonesia
2). Pasar Oligopoli :
pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dengan dipimpin oleh salah satu
dari penjual tersebut mengendalikan tingkat harga barang. Contohnya perusahaan
Otomotif Astra Indonesia.
3).
Pasar Monopolistik : Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar
dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki
perbedaan dalam beberapa aspek.
·
Teori Pasar Persaingan Monopolistik
Definisi
Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik adalah salah satu
bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa
tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik
tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter
tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya.
·
Karakteristik Pasar Monopolistik
1. Produk yang terdifferensiasi
(Differensiasi Produk)
Differensiasi produk adalah usaha untuk
membedakan produk yang dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan daya tarik
baik langsung maupun tidak langsung kepada konsumen dibandingkan perusahaan
lain yang menghasilkan produk yang sama atau sejenis ataupun yang berbeda.
2. Jumlah perusahaan banyak dalam
industri
Jumlah perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistik banyak. Di Indonesia dapat dilihat begitu banyaknya merek pakaian
dan sepatu. Banyaknya perusahaan menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga
dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi perusahaan lain, karena
setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing.
3. Mudah masuk dan keluar
Laba super normal yang dinikmati
perusahaan mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki indsutri. Jika mereka
mampu bertahan, dalam jangka panjang dapat mengalahkan perusahaan yang lain.
Tetapi jika kalah mereka harus keluar, agar kerugian tidak menjadi lebih besar.
Sama halnya dengan pasar persaingan sempurna, dalam pasar persaingan
monopolistik proses masuk keluar akan terhenti bila semua perusahaan hanya
memperoleh laba normal.
·
Ciri-ciri Pasar Monopolistik
1.Terdapat banyak penjual di pasar.
2. Barang yang diproduksi dan
diperjualbelikan berbeda corak (ukuran, mutu, dan satuan harga)
3. Perusahaan tidak memiliki kekuatan
penuh untuk mempengaruhi harga dan menentukan harga
4.
Keluar masuk dalam pasar sangat mudah
5.
Kegiatan promosi merupakan salah satu penentu keberhasilan perusahaan.
·
Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya
Pasar Monopolistik adalah sebagai berikut :
1) Ketidakpuasan terhadap daya analisis model
persaingan sempurna maupun monopoli.
2) Sumber daya alam yang melimpah
menyebabkan produsen memproduksi barang serupa tetapi memiliki keunggulan yang
berbeda.
3) Differensiasi produk yang tidak
terlalu besar mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga.
·
Memaksimumkan
Keuntungan di Pasar Persaingan Monopolistik.
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan
monopolistik lebih elastis dari yang dihadapi monopoli. Tetapi tidak sampai
mencapai elastis sempurna sebagaimana kurva permintaan yang dihadapi oleh
perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
Pemaksimuman keuntungan terbagi menjadi dua yaitu pemaksimuman
keuntungan jangka panjang dan jangka pendek.
·
Pemaksimuman keuntungan jangka panjang
Keuntungan yang melebihi normal
menyebabkan pertambahan jumlah perusahaan dipasar. Dengan demikian setiap perusahaan yang ada di
pasar akan menghadapi permintan yang semakin berkurang pada berbagai tingkat
harga. Sehingga keuntungan pun akan semakin menurun ketingkat normal. Bahkan
akan merugi jika penerimaan marjinal lebih kecil dari biaya marjinal
(MR<MC).
·
Pemaksimuman keuntungan jangka pendek
Permintaan yang dihadapi perusahaan
dalam persaingan monopolistik adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar.
Keuntungan maksimum akan dicapai apabila perusahaan terus berproduksi sampai
pada tingkat tercapainya MC=MR. Perusahaan akan memperoleh laba diatas normal
pada jangka pendek.
·
Keseimbangan jangka pendek dan panjang
pasar persaingan monopolistik.
Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka
Pendek
Dalam jangka pendek perusahaan dapat
menikmati laba super normal.
Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, karena memiliki
daya monopoli, walau terbatas, kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak
dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan yang bergerak dalam pasar
monopoli.
Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka
Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan hanya
menikmati laba normal.
·
Kelebihan dan Kekurangan Pasar
Monopolistik
Ø
Kelebihan pasar monopolistik:
1. Banyaknya produsen di pasar
memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik
baginya.
2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen,
mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3. Diferensiasi produk mendorong
konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat
membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh
konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar
monopolistik.
Ø
Kekurangan pasar monopolistik:
1. Pasar monopolistik memiliki tingkat
persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan.
Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan
cepat keluar dari pasar.
2. Dibutuhkan modal yang cukup besar
untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya
memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3. Pasar ini mendorong produsen untuk
selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas
pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.
Kesimpulan
1. Pasar monopolistik adalah pasar yang
memiliki banyak penjual (produsen) dengan barang yang diperjualbelikan bersifat
homogen. Meskipun homogen, namun dengan merk dan keunggulan masing-masing yang
berbeda.
2. Pasar monopolistik timbul karena
ketidakpuasan akan pasar persaingan sempurna dan monopoli, sumber daya alam
yang tersedia melimpah dan differensiasi produk yang tidak terlalu tinggi.
Daftar
Pustaka
http://devidevristyana.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pasar-persaingan-monopolistik.html
Rabu, 10 Juni 2015
Tugas Artikel I KEMELUT DI GOLKAR ( Tinjauan Dari Sisi Hukum)
“
KEMELUT DI GOLKAR ( Tinjauan Dari Sisi
Hukum)”
Dualisme
Partai Golkar: Kubu Agung Masih Optimis
Dualisme kepengurusan Partai Golkar tampaknya belum
akan berakhir dan akan memasuki babak baru yang lebih rumit. Pasca Putusan
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada Senin 18 Mei 2015 yang mengambulkan
gugatan kubu Munas Bali, langsung disambut dengan pengajuan banding oleh
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), dan kubu Munas Ancol. Secara hukum putusan
PTUN dapat memang dapat dilawan dengan pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi
Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta.
Seperti prediksi sebelumnya, dimenangkannya
kepengurusan Partai Golkar di bawah ARB dalam putusan PTUN tersebut justru akan
lebih memperumit status kepengurusan Partai Golkar. Sebab, kubu Agung Laksono
diyakini lebih punya posisi kuat untuk melakukan banding: secara substansi
sudah menang dalam sidang Mahkamah Partai Golkar (MPG), dan sudah mengantongi
SK Menkumham, sementara kubu Ical tidak punya keduanya untuk melakukan banding.
Sangat beralasan jika kubu Agung Laksono merasa
didzolimi dalam keputusan tersebut. Dalam hal ini, kepengurusan Munas Ancol
melihat adanya kejanggalan dalam amar putusan Majelis Hakim PTUN yang diketuai
Teguh Satya Bhakti itu. Perintah pembatalan atas Surat Keputusan (SK) Mekumham
bernomor M.HH-01.AH.11.01 tersebut dianggap telah melampaui kewenangan PTUN.
Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol Ace Hasan Syadzily,
mengungkapkan lima alasan pengajuan banding terhadap putusan PTUN, diantaranya:
- Bahwa hakim telah memutuskan sesuatu putusan yang
melampaui kewenangannya, yaitu menyatakan bahwa hasil Munas Riau 2009 sah
untuk memimpin Partai Golkar. Hakim PTUN tidak berwenang menyatakan SK
hasil Munas Riau yang berlaku karena sesungguhnya kepengurusan Golkar
versi Munas Riau telah demisioner, baik pada Munas Bali maupun Ancol.Hanya
MPG dan Pengadilan Negeri yang berwenang. Kewenangan PTUN adalah hanya
mengadili SK tanggal 23 maret 2015.
- Bahwa hakim memasukkan pertimbangan soal Pilkada.
Padahal tidak ada di antara penggugat dan tergugat yang berbicara soal
Pilkada. Jadi hakim melampaui dari apa yang diminta kedua belah pihak.
- Hakim mengesampingkan dan tidak mempertimbangkan
penjelasan Prof. Muladi tentang MPG, padahal hakim meminta Ketua Majelis
hakim itu hadir di persidangan. Dalam surat ketidakhadiran Muladi yg
disampaikan dan dibacakan dalam sidang PTUN Jakarta pada Senin 27 April itu,
ditegaskan
· bahwa
putusan MPG bersifat final dan mengikat secara internal, dan tidak benar
apabila dinyatakan tidak ada putusan yang diambil MPG. Menurut Muladi,
perbedaan pandangan antara 4 hakim harus dibaca sebagai satu kesatuan, karena
putusan itu ditandatangani secara kolektif.
· Hakim
mengesampingkan UU Partai Politik yang menyatakan putusan MPG adalah final dan
mengikat sepanjang menyangkut perselisihan kepengurusan. Pernyataan hakim yang
menyebutkan berwenang untuk menerobos prinsip final dan mengikat adalah
bertentangan dengan Undang-undang No. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.Pada
Pasal 32 UU tersebut, dinyatakan bahwa putusan dari mahkamah partai final dan
mengikat. Hal ini berarti tidak ada upaya hukum lain yang dapat menganulir
putusan MPG. MPG adalah badan peradilan yang memiliki kompetensi absolut,
otonom, bebas dan merdeka serta mandiri. Karenanya, permohonan dari penggugat
yakni kubu ARB, seharusnya ditolak, atau setidaknya tidak bisa diterima atau Niet Ontvanke
- lijke Verklaard (NO).
- Hakim menyatakan bahwa masih ada perselisihan di
antara kubu ARB dan AL di Partai Golkar saat Menkum HAM menerbitkan SK
Pengesahan. Padahal dalam hal ini, surat keputusan pejabat tata usaha
negara (SK Menkumham) yang diadili oleh hakim bersifat deklaratif,
artinyaMenkumham hanya mencatat dan mengumumkan hasil keputusan MPG yang
sebenarnya sudah final dan mengikat sepanjang menyangkut perselisihan.
Berdasarkan pertimbangan di atas, jelas
masih ada optimisme bagi kepengurusan kubu Agung Laksono untuk memenangkan
banding. Pengajuan banding yang juga akan dilakukan oleh Menkumham selaku
tergugat utama dalam perkara itu juga akan memperkuat argumentasi adanya
kejanggalan dalam sidang PTUN. Selama banding dijalankan maka maka
keputusan PTUN itu tidak bisa diterapkan.
Adalah penting untuk dicermati
bahwa, kekisruhan Partai Golkar berawal dari ketidakbecusah ARB dalam memimpin.
Ambisi untuk kembali berkuasa ARB, meski tidak punya prestasi, diakali dengan
mengatur Munas Bali sedemikian rupa sehingga terjadi aklamasi dan mencegah
munculnya calon lain selain dirinya. Munas Bali, dinyatakan tidak
demokratis, tidak transparan, tidak sesuai UU Parpol dan AD/ART Partai
Gollar. Karenanya, dalam diktum majelis MPG, yakni Djasri Marin dan
Andi Matalatta diputuskan Munas Ancol adalah munas yang sah dan berjalan secara
demokratis dengan berbagai kesederhanaannya
Perebutan
Fraksi, Babak Baru Perseturuan Golkar
Kekisruhan dualisme Partai golkar semakin tidak
terkontrol. Pasca sidang majelis tinggi dan surat ketetapan dari Menkumham kini
babak baru kisruh Partai Golkar bergeser kepada perebutan fraksi Golkar di
Senayan. Kendati telah adanya penetapan tersebut, kubu ical ternyata tidak
mudah menyerah begitu saja. jika saat yang lalu mereka menempuh jalur banding
ke PTUN atas ketetapan menkumham dan iktiar politik untuk mengajukan hak
interpelasi, kini perseteruan itu telah merembet kepada upaya saling rebut
ruang fraksi.
Diberitakan oleh detik.com pada sore ini (30/3) bahwa
telah terjadi aksi pendudukan ruang fraksi oleh kubu Ical (aburizal Bakrie)
yang diketuai oleh Bambang Soesatyo. Kubu Agung Laksono, yang dikomando oleh
Yoris pun tidak mau kalah, kini mereka sedang merangsek masuk kedalam ruang
fraksi kendati mesti melakukan buka paksa.
Tentunya bagi kita, pemandangan ini kurang elok,
ditengah merosotnya citra Partai politik ditengah masyarakat, mereka justru
mempertontonkan perilaku yang tidak elegan dan berprilaku bak preman rebutan
lapak. Aksi saling klaim mana yang paling benar memang sah-sah saja dalam
politik, namun harusnya tetap mengunakan norma-norma yang sepatutnya. Jika
mereka terus-terusan kisruh seperti ini, kapan mereka akan memikirkan
kepentingan bangsa dan negara. Persoalan naiknya dollar, ISIS, kenaikan harga,
kenaikan BBM, infrastruktur, dan agenda pembahasan RUU yang hingga kini
menunggu penyelesaian dari mereka justru diabaikan, dan lebih sibuk berebut
jabatan.
Kepemimpinan Jokowi sampai saat ini sudah mencapai 5
bulan dan itu artinya sudah hampir setengah tahun, terasa belum banyak
melakukan perubahan-perubahan yang signifikan. Pemerintah saat ini hanya
disibukkan dengan pertarungan anta elit partai saja, tarik menarik dukungan,
mana ke KIH mana ke KMP. Tentunya hal ini benar-benar melelahkan dan membuat
capek masyarakat. harusnya dalam kurun waktu 5 bulan ini sudah banyak perubahan
yang dilakukan, dan dampak dari persaingan politik pasca pemilu dan pilpres
sudah mulai stabil dan kembali memikirkan langkah-langkah pembangunan bangsa,
bukannya kisruh yang tak berkesudahan.Hanya
Kerugian Yang Diperoleh Dari Perseteruan
Hari demi hari kita hanya disugihi babak-babak
pertarungan perebutan kekuasaan yang tak berkesudahan. Akibat dari perebutan
kekuasaan ini kinerja wakil rakyat menjadi mandeg dan tidak memiliki progress
apa-apa. Tentunya hal ini akan membawa kerugian bagi semua pihak. Bagi
masyarakat, dengan kekisruhan ini kita merasakan stabilitas ekonomi pasti akan
terganggu, dan tentunya tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas
politik dalam negeri pasti akan menurun indek persepsi publik.
Jika pada saat pemilu yang lalu tingkat capaian partai
golkar menduduki peringkat ke-2, sebagai akibat dari kekisruhan ini bisa
dipastikan akan melorot. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh LSI pada
akhir desember 2014 lalu, jika pemilu legislative dilakukan hari ini (12/14)
tingkat perolehan suara partai golkar hanya 8,4 persen, tentunya rentang angka
ini terjun bebas dari hasil pemilu pada april lalu dengan tingkat capaian
partai golkar sebesar 14 persen.
Berbagai pengamat juga menyampaikan bahwa jika
perseteruan ini tidak segera berakhir, bisa dipastikan tingkat elektabilitas
partai golkar akan terus merosot. Tentunya hal ini tidak boleh dipandang sepele
oleh para elit golkar, karena dengan adanya kisruh ini tidak menutup
kemungkinan rival partai golkar akan memanfaatkan dengan baik perseteruan ini.Yang Terbaik adalah Kompromi
Kekuatan masing-masing kubu saat ini masih sama-sama
kuat, baik dari sisi pendukung, dan strategi manuver yang dilakukan oleh
masing-masing pihak. Tentunya hal ini tidak akan menyurutkan pertarungan sampai
ada salah satu dari mereka dikalahkan, mengalah, atau secara konstitusional
jelas telah tidak sah. Proses politik yang terjadi kini sangat rumit, mahkamah
partai yang sejatinya adalah lembaga tertinggi dalam memutus sengketa
organisasi nampaknya tidak mampu memutuskan tentang siapa yang benar dan siapa
yang salah, bahkan surat ketetapan dari menkumham pun yang jelas-jelas telah
memenangkan salah satu kubu menjadi hambar olehnya.
Manuver yang tejadi belakangan ini memang mempersulit
keadaan, upaya-upaya banding yang dilakukan oleh kubu Ical, nampaknya tidak
kenal lelah untuk memperpanjang durasi pertarungan. Iktiar politik yang
dilakukan oleh kedua belah kubu nampaknya belum menemui jalan terang,
masing-masing dengan persepsi politik yang dibangun menjadikan mereka yang
paling benar.
Jika demikian, diyakini pertarungan ini tidak akan
pernah berakhir jika masing-masing pihak saling legowo. Keyakinan saya bahwa
olah panggung yang dilakukan oleh elit partai golkar hanya sesaat ternyata
salah besar. Permainan olah panggung khas ala golkar ternyata telah berubah
menjadi pertarungan darat tanpa wasit dan tanpa ring. Telah terjadi pertarungan
bebas tanpa aturan yang canggih ala golkar sebelumnya.
Mengamati pertarungan yang terjadi saat ini, situasi
panas ini akan berakhir jika masing-masing elit duduk bersama untuk mencapai
titik kompromi yang tentunya saling menguntungkan bagi mereka semua. Adat yang
terjadi dalam tubuh golkar adalah kompromi untuk mendapatkan keuntungan
semuanya, bukanlah satu untung dan lainnya rugi. Jika proses perseteruan ini
diyakini untuk mengalahkan satu dan mencari kemenangan pada pihak yang lain,
sudah bisa dipastikan bahwa partai golkar akan segera paripurna. Hal ini
dikarenakan partai golkar telah kehilangan ruh dan ciri khasnya, sebagai partai
opurtunis dan pragmatis.
Akankah partai golkar kehilangan ruh dan cirri
khasnya? Kita lihat sampai mana pertarungan ini akan mencapai titik temu.
Demokrat Vs Golkar, atau
Sekedar Dagelan?
Bukan sekali ini saja pertengkaran kader Demokrat dan
Golkar pernah tersulut. Demokrat dan sejumlah parpol baru bisa dikatakan
merupakan sempalan dari Golkar,
itu jika melihat dari manuver kader-kadernya. Bicara soal kader, dahulu pernah
ada isu rasisnya om Poltak
yang bikin Fuad Bawazier. Nah, sekarang ada lagi isu pencemaran nama baik antara
Ramadhan Pohan dan Ical. Makin ramai saja sandiwara politik yang ditampilkan di
DPR, lebih seru dan lebih lebai. Pintarnya lagi si Ramadhan Pohan mengambil
momentum dengan membawa nama aspirasi rakyat. Oh, jadi kalau menyangkut partai
lain labelnya aspirasi rakyat, sedangkan kalau menyangkut partai sendiri
labelnya apa ya?
Sebaiknya Ramadhan Pohan itu kalau mau bicara aspirasi
rakyat, lihat dulu ke dalam partainya. Bagaimana aspirasi rakyat atas konflik
yang terjadi di negara dan menyangkut rekan-rekan sejawatnya di Demokrat.
Tetapi bisa jadi karena Demokrat sedang disudutkan oleh media-media mainstream
makanya si Pohan yang satu ini hendak mengambil momentum membersihkan citra
kader-kader Demokrat. Paling tidak kalau sedang ada Anas atau Angie yang lagi
disorot publik dengan pemberitaan negatif, tetapi ada pula yang mirip Ramadhan
Pohan yang masih memerhatikan rakyat. Masyarakat seperti sedang disajikan
permainan spekulasi segelintir manusia berkedok "penyelenggaraan
kepemerintahan", tidak bisa ikut andil namun dampaknya dapat dirasakan.
Hanya jadi penonton yang setiap 4 tahun sekali harus memilih dan memberikan
suaranya dengan terpaksa, dipaksa oleh keadaan yang serba carut marut dan
harapan absurd bahwa kutukan ini segera berakhir.
Sementara Golkar sendiri, jika melihat secara personal
kadernya semisal Ical yang marah dikaitkan dengan perusahaan di Bima dan
istilah "Mesin ATM" yang digunakan oleh Ramadhan Pohan, jelas tak ingin
isu tersebut menciderai popularitas dirinya dan juga partai yang dia pimpin.
Adapun Pohan tampaknya berusaha membidik soal dana-dana yang masuk ke partai
jebolan orde baru itu. Di sisi lain saat ini partainya sedang dibongkar, baik
oleh media, LSM, DPR dan juga dicurigai masyarakat seputar aliran dananya.
Lihat saja keterangan Nazaruddin mengenai sejumlah uang yang beredar di acara
kongres Demokrat. Artinya, sumber keuangan partai pemenang pemilu itu sedang
dibedah mengenai kehalalannya. Lalu
apakah Pohan justru ingin berbalik menyasar kepada Golkar yang mana fraksi
partai beringin tersebut paling getol berkoar sejak pansus Century, dan
menyerempet kepada sejumlah oknum kader partai Demokrat. Apakah isu ini akan
menjadi bola panas yang
bergulir menabrak partai-partai besar sehingga mereka harus pasang badan? Dan
apakah karena keberadaan isu ini maka Setgab koalisi akan bubar grak jalan? Kita tunggu saja
kelanjutan sinetron ini hingga season berikutnya.
Hahaha... "Memerhatikan suara rakyat" adalah
jargon dan slogan yang paling gampang dimanipulasi. Kalau aktornya menyangkut
kelompok keagamaan biasanya kata rakyat diganti kata umat. Saya ingat sekali
waktu si Ical pidato dan ditayangkan TVOne, tentang visi Indonesia 100 tahun ke
depan menurut versinya, yakni gambaran bangsa yang besar dan bermartabat. Namun
bagaimanakah caranya agar bangsa ini menjadi bermartabat kalau dididik dengan
intrik politik yang culas, lebai, korup, mafioso, dsb. Yang ada malah bangsa
ini tetap saja jadi cheerleader bangsa
lain. Menariknya adalah adanya pertengkaran-pertengkaran macam ini justru
semakin membikin laku para pengamat untuk tampil berbusa di televisi bikin
prediksi macam cenayang. Pun stasiun televisinya tambah assoy, karena media saat ini juga sudah jadi corong partai politik
atau pemodal-pemodal kakap.
Indonesiah, Indonesiah, saya cari aman dan pragmatis
saja ah. Daripada ikut-ikutan
menyuarakan aspirasi rakyat dan memberikan suara saya di ajang pemilu, lebih
baik masuk partai abstain sejahtera.
Langganan:
Postingan (Atom)